Monday, 06 17th

Last update04:23:00 AM

Ibu Solikhatin

Nasabah KSP Bina Swadaya PANDAAN

 Zaida bordir Colection

 "Helai demi helai benang aneka warna menutup setiap pola,

 deru mesin bordir bergerak seirama dengan tangan dalam mencipta keindahan motif bordir pada lembaran kain"

Kerajinan bordir sebagai salah satu produk andalan kabupaten pasuruan telah mampu menembus pasar global terutama yang berasal dari kecamatan bangil yang berjuluk Bang kodir ( bangil kota bordir).perkembangan usaha bordir yang pada awalnya hanya sebatas pada busana muslim dan kebaya ,saat ini aplikasi bordir  juga menghiasi  aneka produk  perlengkapan rumah tangga, Sepatu, tas dll. Meluasnya aneka aplikasi bordir pada berbagai  jenis media  kain menjadi peluang tersendiri bagi Zaida bordir sebuah rumah usaha yang digeluti seorang perempuan pelaku usaha mikro.Motif flora menjadi motif andalannya.Meski usahanya sudah dirintis sejak tahun 2002 bersama mendiang suaminya yang awalnya hanya fokus pada borongan jahitan kemudian berkembang pada bordir bebekal keterampilan yang didapatselama menjadiburuh di konfeksi foxy pandaan. pada perkembangan usaha bordirnya sangat lamban atau "mati segan hidup tak mau",hal ini lebih disebabkan oleh sistem pemasaran dengan sistim titip yang rentan mengalami kerugian karena lambannya putaran modal.Belum adanya managemen pengelolaan usaha.terlebih sejak status PEKKA (perempuan kepala keluarga) harus ditanggung oleh ibu Solikhatin paska meninggalnya suaminya.kondisi non teknis ini memaksa ibu dua orang anak ini hanya berpikir bagimana usahanya bertahan menopang kebutuhan  keluarga, bukan pada pengembangan selain tidak adanya peningkatan kapasitas skill dan managemen usaha baik dalam bentuk pelatihan ataupun pendampingan daripihak manapun. Sinergi Tiga pilar (PPKM Bina Swadaya,UKM Center,Team pemberdayaan PPUM Bina Swadaya) yang diinisiasi oleh team pemberdayaan telah secara nyata memberikan manfaat bagi keberlangsungan usahaini.Akses modal,pendampingan paska pelatihan PERT dari aspek managerial sampai pada teknis desain,fasilitasi teknis sekaligus peningkatan standard kualitas bagi pasar yang lebih luas diluar kabupaten pasuruan.telah merubah pandangan dan tindakan ibu Solikhatin dalam mengelola usahanya.order dari UKM center menjadi penopangutama bangkitnya usaha ini.Adapun profil lengkap pelaku usaha Zaida Bordir Collection sebagai berikut:

Nama  : Solikhatin

Tempat/Tgl. lahir : Pasuruan, 08 September 1973

Alamat  : Dusun Janti RT : 001 RW :007

Desa Pakukerto  Kecamatan Sukorejo , Pasuruan67161

Tlp / Hp  : 081233904357

Pekerjaan   : Wirausaha Bordir

Hoby : Membuat aneka kreasi bordir dan wisata rohani

Motto hidup  :Berakit-rakit kehulu, berenang ketepian,bersakit dahulu  bahagia dan sukses kemudian.

Cita - Cita  :Mampu membiayai pendidikan anak sampai pada jenjangperguruan tinggi

Jenis usaha  :Kerajinan bordir

Merek usaha pokok  : Zaida

Kapasitas produksi  : Baju koko.100 - 115 pcs / bulan

Jilbab bordir 100 -150 pcs/ bulan.

Mukena 20- 35 pcs / bulan

Kebaya 10 - 15 pcs /bulan

Modal awal  : Rp.3.500.000 ( untuk pembelian 1 mesin bordir, 1 mesin jahit, 1 mesin obras yang kesemuanya bekas laiak pakai)

Omset perbulan   : Baju koko.Rp.1.000.000 -1.500.000

Jilbab bordir : Rp. 150.000 -350.000

Mukena : Rp. 3.000.000 -4.500.000

Kebaya (insidental) : Rp.150.000 - 300.000 per pcs.

Keuntungan bersih  : Keseluruhan produk rata-ratamin25 % dari omset

Area pemasaran

Produk  :Kecamatan Sukorejo, Kecamatan Purwosari, Malang, kecamatan Pandaan. Fasilitasi pasar oleh UKM center

Kendala usaha  :Pemasaran, peningkatan kapasitas skill khususnya pada teknik desain.

Target usaha  :pengembangan produk pada home decoration,  penambahan alat produksi.Secara bertahap menjajagi peluang pasar online. via internet dengan aneka paket reseler.

Strategi  Pemasaran   : MLM (Marketing lewat Mulut), jaringan pemasaran komunitas antar kelompok  perempuan  pelaku usaha mikro. Beberapa reseler di Malang dan Purwosari. Fasilitasi UKM Center yang dimediasi oleh team pemberdayaan PPUM Bina Swadaya

KebutuhanPendampingan  : managemen dan pembukuan usaha, peningkatan kemampuan skill teknis bordir dan desain serta kemampuan soft skill utamanya dalam hal komunikasi pemasaran dan negosiasi.

PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga ) yang berprofesi pelaku usaha mikro memiliki permasalhan yang khusus sealin skill karena tidak memiliki ruang akses untuk meningkatkan kemampuannya yang disebabkan oleh beban kerja domestic yang ditanggung perempuan sebagi istri.sehingga ketika suami meniggal hal ini jadi hambatan utama.status janda sering kali mendapat stigma negative masyarakat dalam pengembangan usaha yang mengharuskan perempuan beraktifitas diluar rumah.begitu juga dengan ibu Solikhatin  yang mengalami kondisi serupa ditahun tahun pertama paska suaminya meninggal. Pelatihan gender mampu menyadarkan ibu Solikhatin betapa pentingnya keterampilan teknis dimiliki  oleh perempuan.Kemandirian usaha adalah harapan besarnya dal mengembangkan usaha bordir yang saat ini telah mengkaryakan tiga  orang perempuan sesame anggota LKM Bina swadaya,pemasaran melalui UKM Center telah mengasah keterampilan teknis dan pentingnya kendali mutu atas produk serta dinamika trend desain motif yang sangt menarik baik dari segi pola maupun nilai rupiahnya yang akan disiapknnya untuk biaya pendidikan kedua anaknya,sungguh sebuah harapan yang mulia.

 

Hubungi Kami

  • Jl. Gunung Sahari III No. 7 Jakarta Pusat 10610
  • Telp. : (+6221) 420 4402
You are here: Home Tentang PPKM BPR Slideshow Ibu Solikhatin